Hikmah di balik rintangan
Monday, September 5th, 2005Dahulu kala ada seorang raja yang pada
suatu ketika meletakkan sebongkah batu besar di sebuah jalan raya. Kemudian ia
bersembunyi untuk melihat apakah ada orang yang menggeser batu besar yang
merintangi keleluasaan lalu lintas itu. Beberapa saudagar terkaya dan bangsawan
kerajaan itu, ketika berhadapan dengan batu besar itu lantas membelokkan
langkah, mengitarinya agar bisa lewat. Banyak yang dengan lantang mengecam raja
karena tidak memperhatikan keberesan kondisi jalan; tetapi tak seorangpun
berbuat sesuatu untuk menyingkirkan batu besar itu. Kemudian lewatlah seorang
petani, membawa sayur-sayuran. Ketika langkahnya terhambat sesampainya di
perintang jalan itu, ia meletakkan bebannya lalu berusaha menggeser batu besar
itu ke pinggir. Dengan susah payah, ia akhirnya berhasil.
Ketika petani
itu hendak mengangkat lagi sayur-sayuran bawaannya tadi, dilihatnya ada sebuah
dompet tergeletak di tengah jalan, ditempat batu besar tadi berada. Dompet itu
berisi uang emas yang tidak sedikit serta sepucuk surat dari raja yang
menyatakan bahwa uang emas itu diperuntukkan bagi orang yang menyingkirkan batu
besar itu dari tengah jalan.
Dari kejadian itu si petani menarik
pelajaran yang takkan pernah dimengerti oleh banyak orang : setiap rintangan
merupakan peluang untuk memperbaiki keadaan.